Minggu, 18 Januari 2009

Gangguan Kaki

Gangguan Kaki

Sepasang kaki Anda sering jadi sasaran berbagai gangguan ketika hamil. Bisa kok diantisipasi...

Tubuh Anda mengalami banyak perubahan ketika menyiapkan diri untuk menyambut si jabang bayi. Perubahan ini pun memunculkan masalah dan rasa tidak nyaman. Di antaranya, gangguan pada kaki.

Kram kaki

Kram kaki banyak dikeluhkan ibu hamil, terutama pada trimester kedua. Bentuk gangguan berupa kontraksi keras pada otot betis atau otot telapak kaki. Kram kaki cenderung menyerang pada malam hari selama 1-2 menit. Walau singkat, tapi bisa mengganggu tidur nyenyak Anda, karena rasa sakit yang menekan betis atau telapak kaki.

Hingga kini, penyebab kram belum diketahui pasti. Diduga kadar kalsium, kalium (potasium), dan magnesium terlalu rendah, sementara fosfor dalam darah terlalu tinggi. Ketidakseimbangan mineral tersebut memicu gangguan pada sistem persarafan otot-otot tubuh.

Penyebab lainnya adalah, kelelahan yang berkepanjangan, serta tekanan rahim pada beberapa titik persarafan yang berhubungan dengan saraf-saraf kaki.

Trik mengatasi kram kaki

• Meningkatkan konsumsi makanan kaya kalsium dan magnesium, seperti susu dan produk olahannya, serta aneka sayuran berdaun. Kalau ini sulit dipenuhi, Anda dapat mengonsumsi suplemen dalam bentuk tablet, sesuai petunjuk dokter.

• Berolahraga secara teratur. Olahraga dapat memperlancar aliran darah dalam tubuh.

• Jika kram menyerang pada malam hari, bangkitlah dari tempat tidur. Lalu, berdiri selama beberapa saat. Tetap lakukan meski kaki terasa sakit.

• Bisa juga Anda lakukan pijatan. Luruskan kaki. Minta bantuan suami untuk menarik telapak kaki ke arah tubuh dengan sebelah tangan, sementara tangan satunya menekan lutut ke bawah. Tahan selama beberapa detik sampai kramnya hilang.

Pembengkakan di kaki

Pembengkakan (edema) yakni penimbunan cairan akibat kadar garam (natrium) yang terlalu tinggi dalam tubuh. Natrium memang bersifat menahan air. Kelebihan air dalam tubuh jadi sulit dikeluarkan karena diikat oleh ion-ion natrium. Biasanya, edema muncul di trimester ketiga kehamilan.

Sebenarnya, pembengkakan dapat terjadi di seluruh tubuh. Tapi, bagian tubuh yang sering jadi “sasaran” berkumpulnya cairan adalah tangan dan kaki. Itu semua karena sifat air yang selalu mengalir ke tempat yang lebih rendah.

Walau wajar tapi jangan dianggap sepele. Karena edema bisa merupakan gejala tekanan darah tinggi dan urin mengandung protein, selain gejala keracunan kehamilan (preeklampsia). Padahal, preeklampsia yang tidak segera ditangani dapat berkembang menjadi eklampsia, yang sangat fatal bagi Anda dan janin.


Mengatasi edema

• Mengurangi makanan asin.

• Setelah bangun pagi, angkat kaki selama beberapa saat. Bisa juga Anda mengganjal kaki dengan bantal agar aliran darah tidak sempat berkumpul di pergelangan dan telapak kaki.

• Sering-seringlah mengangkat kaki, agar cairan di kaki mengalir ke bagian atas tubuh.

• Bagi ibu yang bekerja di kantor dan banyak duduk, jaga agar posisi kaki lebih tinggi. Gunakan bangku kecil atau tumpukan buku sebagai penopang kaki.

• Jangan berdiri terus-menerus untuk waktu yang lama.

• Banyak-banyak minum air putih (± 2 liter sehari). Jangan pikir bahwa minum air malah memperburuk kondisi edema ini! Justru, memasukkan cairan ke dalam tubuh akan membuat tubuh sedikit menyimpan air. Bukankah Anda jadi rajin buang air kecil?


Laila Andaryani Hadis

Konsultasi ilmiah: dr. I.P.G. Kayika, Sp.OG, POGI Jaya, Divisi Obstetri dan Ginekologi Sosial, Departemen Obstetri dan Ginekologi, FKUI/RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta



Varises, si Perusak Pemandangan



Gangguan varises timbul karena perubahan keseimbangan hormon progesteron dalam tubuh. Akibatnya, terjadi perubahan kekenyalan dinding pembuluh darah, yaitu jadi lebih mudah melebar. Nah, pembuluh darah yang gampang berubah kekenyalannya adalah pembuluh darah balik (vena), yakni pembuluh yang membawa darah yang banyak mengandung karbondioksida ke jantung. Vena yang mudah melebar ini akan menimbulkan keluhan, seperti pegal, kaku, dan betis terasa berat.

Varises membuat kaki kurang sedap dipandang mata. Pelebaran vena terlihat sebagai penonjolan-penonjolan berwarna hijau kebiru-biruan pada permukaan kulit betis. Biasanya, varises akan hilang sekitar tiga bulan usai persalinan.

0 komentar:

Poskan Komentar